Beranda > Uncategorized > Berita

Berita

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo berambisi menjadikan kota Jakarta sebagai kota metropolitan kelas dunia dari Asia pada abad 21. Setelah pada abad 19, Paris menjadi kota metropolitan kelas dunia di abad 19, dan New York pada abad 20, maka banyak pihak yang percaya Jakarta merupakan ibukota selanjutnya yang berada di posisi tersebut.

Untuk mewujudkannya, kemudian dibentuk Proyek Inisiatif Jakarta 21 (The Jakarta 21 Initiative). Tujuan Proyek Inisiatif Jakarta 21 yaitu memberikan saran strategis pada prioritas pembangunan untuk ibu kota Indonesia.

Deputy Chief of Mission of The Federal Republic of Germany, Jeidrun Tempel, mengatakan untuk melakukan hal ini, Jakarta harus mengacu kepada kota-kota kelas dunia seperti Paris dan New York, berlabel ibukota abad 19 dan 20, terutama mengacu pada kota-kota di Asia. Dasar ini memberikan latar belakang untuk melakukan analisa perencanaan strategis, dan membentuk dasar pengusulan arah yang paling cocok untuk pengembangan masa depan Jakarta. Sasaran proyek ini yaitu menuju kelas dunia yang berkelanjutan, dan kota metropolitan yang berorientasi transit.

“Jakarta memiliki potensi menjadi seimbang dengan kota-kota metropolis lainnya di dunia pada tahun 2050. Ini bukan hanya visi, melainkan pandangan yang menjanjikan jika langkah-langkah yang diusulkan oleh Jakarta 21 diwujudkan,” ujar Heidrun dalam acara Simposium Jakarta 21 di Jakarta, Rabu, 15 Juni 2011.

Selama dua tahun setelah tanggal kesepakatan dimulainya proyek tersebut, Indonesia dan ahli tata kota, arsitek, ahli ekonomi dari Jerman, bertemu untuk membicarakan perkembangan final proyek tersebut. Rekomendasi dan temuan yang ditemukan antara lain, sekitar 1,5 persen Produk Domestik Bruto Nasional harus dikeluarkan setiap tahunnya untuk mengembangkan Jakarta ke kota metropolitan kelas dunia berorientasi transit.

Memang, angka tersebut tidak hanya digunakan untuk pembangunan Jakarta saja, tetapi lebih dari sepertiga atau sekitar 38 persen digunakan pengembangan infrastruktur transportasi untuk daerah pedalaman Jakarta dan Jawa, termasuk pelabuhan, bandara, rel dan jalan.

Sementara itu, menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah DKI Jakarta, Sarwo Handayani, Jakarta menyambut baik saran dari Inisiatif Jakarta 21 dan dukungan yang diberikan.

“Kami akan mempertimbangkan hasil kontribusi ini untuk perencanaan pembangunan jangka panjang dan strategis kota serta pelaksanaan rencana pembangunan berorientasi transit,” ujarnya. (umi)

• VIVAnews

Kategori:Uncategorized
  1. 30 Oktober 2011 pukul 8:27 pm

    Semoga terwujud cita-cita bapak gubernur. tapi kenapa ya jakarta terus menerus macet😀

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: